Kalau ‘Gede’ Mau Jadi Apa? (Tentang Jurusan Sosiologi)

Kurang lebih setahun yang lalu saya bertemu dengan pelajar yang mengikuti bimbingan belajar sebut saja X. Mereka bercerita yang menurut saya cukup menggelitik. Dari sekian banyak orang yang mendaftar bimbel di X untuk program alumni atau intensif SBMPTN, ternyata sekitar 70% mengatakan MAU NYOBA FAKULTAS KEDOKTERAN. “Buset…dah nanti klinik-klinik bejibun di jalan-jalan kali ya,” pikir saya. Saya jadi ingat sewaktu TK atau SD jika ditanya guru “Kamu kalau dah gede pengen jadi apa?” Sebagian besar dari teman-teman saya atau bahkan saya sendiri akan menjawab dengan lantangnya “Aku pengen jadi Dokter!,” menyusul yang mainstream lainnya adalah profesi pilot dan presiden. Kadang saya mikir apa mereka masih terbuai romantisme masa kecil ya? Hehehe..

Sebetulnya nih, tidak ada salahnya kalau mau jadi dokter, pilot, ataupun presiden. Tapi yang menjadi permasalahan adalah kalau niat kalian setengah hati, apalagi kalau “Cuma mau nyoba,” wah bahaya banget tuh! Nih gini yah, kalo kalian memang mau menentukan jurusan, pastikan kalian tahu betul apa saja yang akan kalian alami di kuliah nanti. Saya tidak akan menjabarkan satu persatu jurusan apa saja yang akan kalian temui di bangku kuliah nanti. Bagi kalian yang berasal dari jurusan IPS semasa SMA mungkin sudah tidak asing dengan mata pelajaran Sosiologi, itu hanya sekelumit saja karena ada beberapa perbedaan dan macam Sosiologi di bangku kuliah, apa saja sih? Check it out!

Di perguruan tinggi ada dua jurusan sosiologi, yakni yang pertama Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan yang kedua adalah Sosiologi Fakultas Ilmu sosial dan Politik. Tau nggak bedanya apa? Bedanya, Kalau jurusan pendidikan sosiologi bertujuan untuk mencetak tenaga guru sosiologi yang berkualitas walaupun tidak menutup kemungkinan menjadi dosen atau profesi lain, yang jelas arah utamanya menuju pembentukan profesi guru sosiologi di sekolah. Ilmu atau teori sosiologi hanya sebatas pengantar dan lebih bertujuan dalam aplikasi di dunia pengajaran. Lulusan jurusan pendidikan sosiologi biasanya bergelar S.Pd..

Kalau jurusan sosiologi murni bertujuan mencetak ahli sosial yang mampu mendeteksi gejala-gejala sosial yang terjadi di masyarakat dengan kemampuan analisis yang tajam dan memberikan solusinya sesuai dengan teori-teori yang dipelajarinya dengan lebih mendalam dan sama sekali tidak ada mata kuliah keguruan. Di sosiologi murni lebih diajarkan bagaimana cara menulis ilmiah, penelitian sosial, menganalisis kebijakan, dan lain-lain. Gelar S1 jurusan sosiologi adalah S.Sos. Nah, sudah tahu kan perbedaan jurusan S-1 sosiologi murni dengan jurusan S-1 pendidikan sosiologi?

Mengapa saya memilih jurusan S1 Sosiologi?

Saya memiliki latar belakang IPA sewaktu SMA tapi  memilih jurusan sosiologi saat kuliah karena beberapa hal: Pertama, saya menginginkan karir ke depannya terjun di dunia pemerintahan, khususnya di kementerian. Maka beberapa bulan sebelum daftar SNMPTN tulis, saya mencoba mencari tahu mengenai jurusan yang banyak dibutuhkan di kementerian. Setelah saya list data-datanya, jurusan sosiologi termasuk kedalam jurusan yang banyak dibutuhkan dalam sebuah kementerian. Selain sosiologi, ada beberapa jurusan yang paling banyak dibutuhkan di kementerian tapi saya memilih sosiologi karena passion dan sudah menentukan arah mana yang akan saya tuju ke depannya. Jadi, sebaiknya untuk memilih sebuah jurusan tentukan juga ya passion kamu dimana 😉

Bagaimana serunya menjalani jurusan S-1 Sosiologi?

Serunya kuliah di jurusan sosiologi yaitu hampir seluruh mata kuliah mempelajari teori-teori mengenai realita dalam kehidupan sosial, membuat suatu perencanaan kebijakan sosial dalam memecahkan masalah sosial di masyarakat, mengasah kemampuan analisa dalam melihat suatu masalah sosial, melakukan penelitian sosial guna melihat kenyataan dilapangan, dan lain-lain. Kalau di sosiologi dalam setiap perkuliahannya akan terbiasa dengan presentasi, diskusi di kelas, membuat makalah ilmiah, penelitian sosial (turun lapangan), kuis sebelum memulai perkuliahan, dan mayoritas sistem belajarnya student-centered learning (pembelajaran berpusat pada mahasiswa). Mayoritas UTS dan UAS nya adalah takehome dengan mengumpulkan makalah ilmiah atau laporan penelitian sosial dan paper. Namun, terdapat pula UTS dan UAS yang dilakukan takehome plus sit-in juga. Serunya, turun lapang yang dilakukan dibeberapa mata kuliah sosiologi dilakukan di daerah-daerah sesuai dengan fokus mata kuliahnya. Saat saya mengambil mata kuliah sosiologi perdesaan, saya dan teman-teman melakukan penelitian di Kampung menginap dirumah warga. Enaknya, turun lapangan untuk penelitian yang seperti itu dibayarkan oleh pihak prodi a.k.a gratis. Terlebih, terdapat mata kuliah di sosiologi FISIP dimana prosesnya beda tipis dengan membuat skripsi. Di sosiologi FISIP tidak terdapat semester pendek (SP). Walaupun tidak terdapat SP tapi tetap dapat lulus 3,5 tahun kok. Untungnya, mahasiswa sosiologi FISIP tidak perlu mengeluarkan uang ratusan ribu untuk mengikuti SP dan tetap dapat lulus cepat. Namun, sepertinya terdapat perbedaan mengenai jurusan sosiologi dibeberapa universitas di Indonesia. Saran saya, coba cari tahu dulu ya bagaimana jurusan S-1 sosiologi di universitas lain :)

Mata kuliah utama sosiologi adalah pengantar sosiologi, metode penelitian sosial kuantitatif, metode penelitian sosial kualitatif, latihan praktek metode penelitian sosial, teori sosiologi klasik, teori sosiologi modern, dan statistik sosial. Jadi, kuliah S-1 sosiologi di universitas mana pun di dunia pasti bertemu dengan mata kuliah tersebut. Mata kuliah keahlian disesuaikan dengan kurikulum di universitas masing-masing dan tak jarang berbeda dikit. Ada 2 peminatan di dalam jurusan S-1 sosiologi FISIP

  • Kebijakan sosial dan industri yang mendalami Dasar-Dasar Perencanaan Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Tanggung Jawab Sosial Korporasi, Sosiologi Industri, Perencanaan dan Evaluasi Program Sosial, dan Konflik Sosial dan Pengelolaan Konflik.
  • Analisis dinamika perubahan sosial yang mendalami Kesenjangan dan Eksklusi Sosial, Sosiologi Gerakan Sosial, Gender dan Sruktur Sosial, Identitas Sosial dan Dinamika Global, dan Sosiologi Organisasi dan Institusi Sosial.

Zaman senantiasa berkembang dan berubah dari masa ke masa. Permasalahan sosial, politik, dan ekonomi terus menyeruak baik lokal maupun global. Begitu pula inovasi dan ide-ide baru. Semua itu kerap mewarnai perkembangan industri masyarakat, wajar saja dinamika kerja di masyarakat kian bertambah kompleks. Pertumbuhan populasi serta terbukanya pintu-pintu globalisasi membuat persaingan kerja menjadi lebih ketat dari biasanya. Saya sadar betul, sebagai seorang (calon) sarjana, saya tidak hanya akan bersaing dengan teman sekelas atau teman sekampus saya di bursa kerja nanti, namun juga dengan berbagai pemuda-pemudi inovatif dari luar negeri, di seluruh dunia. Untuk itu, dari dulu saya merasakan pentingnya untuk merencanakan dengan cermat arah karir saya di masa depan. Tentunya saya ingin memiliki karir yang gemilang, hidup yang sukses, dan keluarga yang bahagia. Nah, perjalanan karir bisa direncanakan dengan mengenali minat dan bakat keilmuan saya serta mempelajari situasi pasar kerja. Di sini, saya ingin berbagi pengalaman tentang jurusan yang saya geluti. Harapannya, ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman SMA yang sedang memilih jurusan untuk digeluti di bangku perkuliahan. Harapannya juga, sharing saya ini juga memotivasi adik-adik angkatan saya di jurusan Sosiologi baik UNS maupun di luar.

Yep, saya adalah mahasiswa Jurusan Sosiologi. Jurusan seperti apakah itu? Kompetensi apa yang saya dapatkan di kuliah? Pos-pos pekerjaan apa yang bisa saya isi nanti bila lulus? Pertanyaan semacam itu sangat wajar diajukan, karena sekali lagi, perkembangan zaman yang kian dinamis membuat kebermanfaatan suatu ilmu seringkali dipertanyakan. 

Prospek Karir

Dengan kompetensi yang dimiliki, lulusan Sarjana Sosial (S.Sos) memiliki peluang bekerja di berbagai instansi, baik sektor pemerintahan maupun swasta, baik dalam profesi utama yang ditujukan untuk sosiolog, maupun profesi-profesi alternatif lain.

Profesi Utama

Jabatan Departemen/Divisi Lembaga/Instansi Pemerintah Lembaga/Instansi Swasta
Statistisi  
Badan Pusat Statistik
Lembaga Survei IndonesiaLingkaran Survei Indonesia
Staf Ahli Perumus Program Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan KemiskinanPusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Departemen Sosial  
  Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan DesaDitjen Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri  
  Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan KebudayaanDeputi Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan, dan UKM Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  
Dosen/pengajar   Perguruan Tinggi Negeri
Perguruan Tinggi Swasta
Wartawan  
Perum LKBN Antara
  1. Tempo Inti Media
  2. Kompas Gramedia

 

Personalia/HRD  
  1. Pegadaian
  2. Pertamina
  3. Wijaya Karya
  4. Adhi Karya
  5. KAI
  6. Angkasa Pura

 

 
Humas    
Corporate Social Responsibility    

Peluang kerja lulusan program studi sosiologi adalah Peneliti, Ilmuwan di bidang sosial, Social Analyst, Pendidik, Market Analist, Konsultan, NGO, Perencana Pembangunan. Sedangkan bidang kerja yang berkaitan adalah di Instansi Pemerintahan seperti Departemen dibawah koordinasi Kesejahteraan Rakyat seperti Departemen Sosial, Departeman Pemberdayaan Perempuan, Departemen Pertanian, Departemen Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Dewan Perwakilan Rakyat. Lulusan program studi ini pun berpeluang bekerja di instansi swasta yang bergerak di bidang profit maupun non profit.Contoh: Ronald Reagan adalah seorang aktor, Gubernur California ke-33, dan Presiden Amerika Serikat ke-40. Ia mendapat gelar Bachelor of Arts di bidang Sosiologi dari Eureka College.

Itulah sedikit gambaran mengenai jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltik, semoga bermanfaat, Tuhan telah mengatur sedemikian rupa takdir umatNya, jalanilah dan berusahalah tanpa mengesampingkan doa.

More info: Jamil Rizaldi ( 081215010875)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *