Menanam Keberkahan dalam Agroteknologi (Tentang Jurusan Agroteknologi)

 

 

Hai sobat…..

Udah searching jurusan apa aja nih? Udah banyak pasti yah..

Ohyaa…kali ini ane bakal sedikit cerita tentang salah satu jurusan kuliah yang kece badai khususon di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Apalagi kalau bukan Agro(eko)teknologi #yeay

Widiw…dari namanya aja udah kece kan ya :D ada unsur-unsur teknologinya.

Eits….biar nggak pada salah persepsi tentang apa dan bagaimana agroteknologi…check in down yah 😉

Pendahuluan

Secara bahasa agro berarti pertanian, teknologi  adalah ilmu pengetahuan terapan. Sehingga agroteknologi dapat diartikan pertanian sebagai ilmu terapan. Namun banyak yang salah mengartikan bahwa agroteknologi itu sama dengan tekhnik pertanian. Hemm…beda ya. Agroteknologi itu lebih ke pertanian sebagai ilmu terapan, sedangkan teknik pertanian mempunyai lingkup teknologi dalam pertanian. Jadi, please jangan berprasangka bahwa di jurusan agroteknologi itu bakal buat-buat mesin pertanian atau pertanian yang menggunakan alat yang super canggih (walaupun tidak menutup kemungkinan buat belajar teknik dalam pertanian ya).

 

Lalu apa itu agroteknologi? *kamu perlu baca tulisan ini sampai selesai haha

Agroteknologi termasuk jurusan yang baru dibentuk oleh DIKTI sekitar tahun 2008 yang lahir dari merger (gabungan) dari jurusan agronomi,ilmu tanah serta proteksi tanaman, jadilah agro(eko)teknologi yang lingkup belajar utamanya tentang produksi pertanian. So, Agroteknologi termasuk ke dalam fakultas pertanian.

 

Mengapa pertanian? dan mengapa agroteknologi?

 

Banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang pertanian dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Q.S Hud: 61 tentang penuturan Nabi Saleh terhadap kaumnya tentang tiga hal yakni perintah menyembah kepada Allah, tidak menyekutukanNya dan manusia diciptakan dari tanah/bumi untuk memakmurkannya. Sehingga, pertanian terkait langsung dengan perintah untuk memakmurkan bumi setelah kita diperintah untuk menyembah hanya kepadaNya dan tidak menyekutukanNya. Nah..agroteknologi merupakan salah satu jurusan yang diharapkan dapat mencetak cendikia-cendikia yang dapat memakmurkan bumi ini 😉

Pembelajaran

Sistem pembelajaran di jurusan ini hampir sama dengan jurusan eksakta lainnya yah, seperti teori, praktikum, fieldtrip, penelitian dan sebagainya. Jadi di semester pertama dan kedua jumlah mata kuliah sudah dipaket oleh pihak jurusan. Menginjak semester ketiga sampai seterusnya, kamu berhak memilih mata kuliahmu sendiri, utamanya mata kuliah pilihan yang kamu sukai tetapi tetap ada beberapa mata kuliah yang wajib diambil. Sebagai catatan mata kuliah yang diberikan atau ditawarkan bukan lagi ilmu dasar ya (nggak ada matematika dasar, fisika, kimia, biologi dsb) namun sudah masuk ke ilmu-ilmu terapan utamanya dari biologi -tumbuhan seperti botani, agroekologi, teknik budidaya tanaman dan sebagainya (fyuhh…pokoknya aman buat physichatershaha). Disela-sela ilmu terapan juga tetap disisipkan ilmu sosial dan ekonomi pertanian kok. Selain itu, ada praktikum yang akan mendukung teori yang telah disampaikan di kelas, praktikum ini biasa dilakukan di laboratorium, rumah kaca, rumah kasa lahan, fieldtrip (a.k.a piknik) dan maupun terjun langsung ke masyarakat (tinggal di rumah petani, penyuluhan dsb).

 

Wah cuma nanem-namen di sawah gitu tho mbak?

Eits…nggak hanya di tanah hlo sob, kita juga belajar budidaya di media agar (kultur jaringan) atau media tanpa tanahpun bisa (hidroponik, dsb) bahkan juga belajar tentang biotekhnologi seperti DNA. Tapi inget yah karena agroteknologi merupakan jurusan hasil merger, di semester 4 mahasiswa diminta memilih minatnya apakah minat agronomi (budidaya), ilmu tanah maupun proteksi tanaman yang akan menentukan topik penelitian di semester selanjutnya. Ya…bakal banyak banget ilmu baru yang akan didapat tidak melulu soal tanam menanam. Bisa juga kamu belajar dan meneliti hama maupun penyakit tanaman, dapat juga kamu belajar dan meneliti tentang tanah baik secara fisik, kimia maupun biologinya lalu dipetakan, irigasi dan sebagainya.

Oh yah…jurusan Agroteknologi (UNS) setiap tahunnya ada pertukaran pelajar ke luar negeri, diantaranya Malaysia, Thailand dan juga Vietnam. Selain itu juga ada pertukaran pelajar ke jurusan Agroteknologi universitas lain di Indonesia dan mulai banyak juga kerjasama hingga mahasiswa dapat ke luar negeri.

Prospek kerja

Inget ya “selama manusia masih butuh makan, pakaian dan papan, maka pertanian akan selalu dibutuhkan” tapi lagi-lagi tergantung dengan usaha yang dilakukan diri yah (no pain no gain). Banyak sekali profesi yang bisa menerima anak jurusan pertanian seperti agropreneur, peneliti (baik milik pemerintah maupun perusahaan), PNS, dokter (dokter tanaman…hoho), pegawai perusahaan pertanian (asisten lapangan, supervisor, R N D, marketing dsb), guru (baik guru umum maupun guru di SMK Pertanian), pegawai bank dan masih banyak lagi. Pokoknya soal kerja bekerja lagi-lagi dibutuhkan do’a dan usaha yang konsisten…so jangan khawatir..

 

Okeeeeh..itu dulu aja ya…

 

Berbanggalah pertanian, berbanggalah agroteknologi karena didalamnya penuh dengan keberkahan jika kita mampu mengambil pelajaran, hikmah dan kebermanfaatannya J

 

Semoga info tentang jurusan agroteknologi (UNS) ini bermanfaat…see ya..

Fb : Rasurya Ismi

2 thoughts on “Menanam Keberkahan dalam Agroteknologi (Tentang Jurusan Agroteknologi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *