Jurusan Hiperkes? Oh ada ya! (Tentang Jurusan Hiperkes)

 

Pada suatu hari, ada seorang anak SMA kelas 3 yang sedang duduk termenung di bangku taman sekolahnya. Dia bingung mau kuliah di jurusan apa dan di kampus mana. Tiba-tiba ada orang asing yang mendekatinya, memakai jas warna “biru telor asin” ciri khas jas anak UNS.

A : “Kenapa sendirian disini, Dek? Ngga masuk kelas?”
B : “Males, Kak, lagi bingung.”
A : “Loh, kenapa bingung?”
B : “Bingung Kak. Lulus nanti, aku pengen lanjut kuliah. Tapi, bingung mau kuliah jurusan apa. Pengen yang D3 gitu sih kak, biar bisa lulus cepet + langsung kerja. Btw, kakak anak UNS kan? Jurusan apa kak?”
A : “Hmmm, iya aku anak UNS dan aku dari D3 Hiperkes & Keselamatan Kerja.”
B : “Apa, Kak? Hiperkes, Kak? Jurusan apa itu? Kok aku baru denger?”
A : “Baru tahu ya? Biar akak terangkan. Hiperkes itu….”

Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau yang biasa disingkat dengan Hiperkes dan KK merupakan salah satu program studi D3 yang ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tentunya ngga cuma UNS yang punya program studi D3 Hiperkes. Menurut data katigaku.id, Jurusan Hiperkes tersebar di berbagai universitas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa yaitu UI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNS, UPN, UNJ, UIN Jakarta, dan UNNES.

Pada dasarnya Hiperkes merupakan penggabungan dua disiplin ilmu yang berbeda yaitu medis dan teknis yang menjadi satu kesatuan sehingga mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan tenaga yang sehat dan produktif. Tujuan utamanya yaitu lebih fokus pada kesehatan.

Istilah Hiperkes menurut Undang-Undang tentang Ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja yaitu lapangan kesehatan yang ditujukan kepada pemeliharaan-pemeliharaan dan mempertinggi derajat kesehatan tenaga kerja, dilakukan dengan mengatur pemberian pengobatan, perawatan tenaga kerja yang sakit, mengatur persediaan tempat, cara-cara dan syarat yang memenuhi norma-norma Hiperkes untuk mencegah penyakit baik sebagai akibat pekerjaan, maupun penyakit umum serta menetapkan syarat-syarat kesehatan bagi tenaga kerja.

Kenapa Hiperkes? Apa manfaatnya belajar di Hiperkes?

Hazards (bahaya kerja) termasuk perilaku kerja yang tidak aman/berbahaya yang harus diatasi atau dihilangkan atau diminimalisir. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).

Kemudian, dalam Al-Qur’an juga menerangkan tentang Hiperkes. Salah satunya terdapat pada QS. Al-Qoshosh ayat 77:

وَأَحْسِنْ ۖ الدُّنْيَا مِنَ نَصِيبَكَ تَنْسَ وَلَا ۖ الْآخِرَةَ الدَّارَ اللَّهُ آتَاكَ فِيمَا وَابْتَغِ الْمُفْسِدِينَ يُحِبُّ لَا لَلَّهَ ا إِنَّ الْأَرْضِ فِي الْفَسَادَ تَبْغِ وَلَا إِلَيْكَ اللَّهُ أَحْسَنَ كَمَا

Artinya:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan“

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa manusia tidak boleh berbuat kerusakan di muka bumi. Ini berarti bahwa manusia diutus untuk menjaga lingkungan, tidak mencemarinya, berbuat dan berperilaku sehat, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang merusak alam ciptaannya. Sama halnya dalam bekerja di perusahaan berarti perlu adanya kesehatan dan keselamatan kerja agar dapat dipelajari hal-hal apa saja yang dapat merusak lingkungan untuk kemudian dihindari sehingga tercipta lingkungan yang aman dan pekerja dapat terhindar dari resiko bahaya yang ditimbulkan.

Kalau udah masuk Hiperkes, nanti kita bakal belajar apa saja kak?

Banyak! kita akan mempelajari seluruh aspek dari manusia, mesin dan lingkungan. Kita akan ketemu sama yang namanya Ergonomi, Psikologi Kerja, Manajemen Penanganan Limbah, Komunikasi K3 dan lain sebagainya. Aku kasih gambaran dikit kali yaaaa

  1. Ergonomi

Ergonomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang alat, mesin, tempat kerja, dan lingkungan yang semuanya berpusat pada manusia. Di dalam ilmu ergonomi, kita mempelajari bagaimana sih cara kerja yang benar, mulai dari mengangkat barang, mengangkut, mendorong, dan menarik. Kemudian, bagaimana posisi kerja yang benar? Bagaimana agar mesin yang digunakan dapat dipastikan aman bagi pekerja? dan lain sebagainya

  1. Manajemen Penanganan Limbah

Tahu sendiri kan limbah itu apa? Limbah merupakan sisa hasil produksi yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Limbah ini ada 3 jenis, limbah organik, non-organik dan B3. Pernah dengar berita sungai yang tercemar limbah? Nah, itu tuh salah satu dampak dari penanganan limbah yang salah. Sebagai ahli K3, kita berusaha untuk menjaga lingkungan dengan baik, yaitu dengan cara penanganan limbah yang tepat agar tidak tercemar.

  1. Psikologi Kerja

Loh, Hiperkes kok belajar psikologi? Hmmm seperti yang kita tahu, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental manusia. Psikologi bisa dibilang hal yang paling mendasar dari diri manusia. Bayangin aja nih, kalau pekerja lagi stress dan pekerjaannya lagi banyak banget sedangkan dia juga dituntut buat selesai tepat waktu, duh kan kasihan. Hal itu bisa menyebabkan produktivitas baik pekerja maupun hasil produksi jadi menurun. Apaan itu? Nanti deh, tanya langsung aja yaaaak. Hihii

  1. Komunikasi K3

Udah baca belum tulisan dari Dewi, Kenapa Harus Belajar Ngomong? Tentang Jurusan Komunikasi? Kalau udah baca, pasti udah paham dong ya kenapa komunikasi itu penting banget.

Nah, pernah denger kalimat “utamakan keselamatan kerja”, “keluarga anda menunggu dirumah”, “safety first” dll, itu merupakan suatu contoh bentuk komunikasi. Dengan gambar tersebut, kita dapat menyampaikan pesan-pesan kepada pekerja agar bekerja dengan kondisi yang aman dan selamat.

Lalu, prospek kerjanya gimana ya?

Kalau yang satu ini jangan tanya. Nantinya seorang ahli K3 itu akan sangat dibutuhkan di berbagai aspek kehidupan utamanya industri. Karena banyaknya kecelakaan kerja yang sering terjadi terutama di industri besar maka pemerintah Indonesia khususnya Menteri Kesehatan telah menetapakan bahwa di tahun 2015 semua industri baik besar maupun kecil wajib memiliki ahli K3 sesuai yg tercantum dalam PERMENAKER NO. 05/MEN/1996 tentanag sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dijelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempunyai lebih dari 100 tenaga kerja wajib mempunyai ahli K3 didalamnya, yang dinamai dengan Gerakan Indonesia Berbudaya K3 2015. Sekarang pun program tersebut juga tengah digencar–gencarkan oleh pemerintah. Eiiiits itu baru sektor industri lho tapi ahli K3 sangat dibutuhkan di segala sektor, utamanya segala sesuatu yang mengandung bahaya disitulah K3 di butuhkan.

Perusahaan  atau instansi yang membutuhkan ahli K3:

  1. Perusahaan – perusahaan baik kecil maupun besar
  2. Pertambangan
  3. Perminyakan
  4. Rumah sakit
  5. Konstruksi
  6. PNS (Depnaker)
  7. Perhotelan
  8. Balai Hiperkes
  9. Dan masih banyak lagi,,,

So, kita tunggu kamu menjadi salah satu bagian dari kami! Salam Safety!

 

Mau tau info lebih lanjut? WA/SMS ke

Naya : 085725189672

Ibnu : 085725215358

 

One thought on “Jurusan Hiperkes? Oh ada ya! (Tentang Jurusan Hiperkes)

  1. Kak apa jurusan k3 masih punya prospek kerja yang bagus 5 tahun mendatang? Aku juga baca2 di uns ada jurusan d3 sama d4 k3. Insyaallah Aku mau kesalah satu jurusan itu, tapi masih bingung milih yng d3 atau d4. Bedanya apa ya kak.. tolong sarannya

Leave a Reply to Sarah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *