Mengapa Harus Bidan …? (Tentang Jurusan Kebidanan)

 

“ Iya, ibu,…dorong… bagus.”

“Tarik nafas panjang, dorong ibu, iya bagus ibu, lagi ibu.. iyaaaa pintar”

 

Inilah beberapa kalimat yang bakal familiar banget sama kamu kalau kamu masuk ke jurusan ini. Well…Bidan…apa sih bidan itu? Kebanyakan orang sering menganggap menjadi bidan adalah pekerjaan “desa”, karena kebanyakan bidan kerjanya di desa. Padahal perlu diketahui, menjadi seorang bidan adalah pekerjaan yang “mulia”. Why? karena kita menolong dua nyawa sekaligus yaitu ibu dan bayi.

Sebelum terlalu jauh aku pengen sharing sedikit nih tentang alasanku kuliah di kebidanan. Simple saja sih, aku ingin menjadi seperti ibu bidan sebut saja namanya “Bu Bunga” semua berawal dari sini. Saat kecil aku pernah sakit flu dan dibawa berobat ke bidan. Kesan pertama saat ketemu Bu Bunga adalah cantik, anggun, dan ramah. Aku diperlakukan bak putri raja, sangat nyaman, hehehe. Sejak saat itu aku ingin membantu orang lain seperti Bu Bunga. Saat SMA, aku mulai berpikir tentang masa depanku. Aku mulai mencari info tentang kuliah di jurusan kebidanan. Mulai apa itu bidan? Gimana kerjanya? Dan lain- lain. Dulu yang aku tahu dari seorang bidan adalah membantu ibu yang sedang melahirkan. Jadi yang terlintas dipikiranku adalah jika aku menjadai bidan otomatis aku harus tahu bagaimana proses melahirkan itu. Aku mulai cari-cari video tentang ibu yang melahirkan dan setelah melihat video tersebut aku semakin mantap menjadi seorang bidan. Nah, benar saja aku mengikuti jejak Bu Bunga. 3 tahun sudah aku menimba ilmu kebidanan di Poltekkes Kemenkes Semarang.

 

 

Apa sih syaratnya kuliah di Jurusan Kebidanan ?

Menurutku menjadi seorang bidan selain mulia juga istimewa karena yang bisa menjadi seorang bidan adalah seorang wanita bukan laki- laki. Yaaa khusus buat cewek- cewek (keibuan, baik hati, ikhlas, penolong, peduli, tipe pengabdi, dan punya timbunan kesabaran yang banyak). Tinggi badan minimal 150 cm dan tidak buta warna. Oiya, satu lagi : tidak takut darah.

Gimana sih gambaran kuliahnya anak Kebidanan ?

Begini kira-kira gambaran jadi mahasiswi kebidanan. Kalian akan dihadapkan dengan tugas yang menumpuk. Buat kalian dengan latar belakang IPA di SMA, mata pelajaran biologi akan sangat membantu. Tapi buat yang IPS jangan patah semangat, masih tetap bisa mengikuti pelajarannya kok, mungkin tips nya kalian harus belajar lebih giat dibanding anak IPA. Kedua, kuliah di jurusan kebidanan itu jarang ada liburnya. Libur cuman hari sabtu dan minggu. Itupun gagal jadi hari libur kalau tiba-tiba ada dosen luar minta kuliah hari sabtu. Selain itu, tidak ada yang namanya libur panjang, entah libur semester, tahun baru maupun libur Idul Fitri. Libur panjang itu bagi kami paling ya hanya satu atau dua minggu. Dan di setiap akhir semester, kita akan semakin disibukkan dengan praktik klinik kebidanan.

Tapi di samping itu semua, terdapat banyak keuntungan kuliah di jurusan kebidanan. Pertama, kalian bisa membuka praktik mandiri, bisa buka klinik juga. Kedua, kalian bisa bekerja di pelayanan kesehatan misalkan Puskesmas, rumah sakit, maupun jadi bidan desa. Ketiga, bagi yang tidak suka kerja di pelayanan kalian bisa melamar jadi dosen ajar jurusan kebidanan ataupun bekerja kantoran misal di Dinas Kesehatan, BKKBN, dan lain- lain. Hal yang paling membanggakan adalah kalian bisa menolong dua nyawa sekaligus. Keren nggak sih? bayangkan saja, saat menolong persalinan bukan hanya ibu yang harus diselamatkan, bayi pun juga harus diselamatkan. Ada perumpamaan, saat kita menolong persalinan itu ibarat berlomba dengan malaikat pencabut nyawa.

Apa aja sih yang dipelajari selama kuliah Kebidanan?

Kebidanan bukan hanya tentang bayi baru lahir dan ibu bersalin, namun kebidanan adalah tentang siklus hidup perempuan, mulai dari masa sebelum terbentuknya calon bayi, fase anak- anak dan remaja, fase wanita usia reproduksi, fase menjadi ibu, sampai fase menopause. Kita juga belajar tentang penyakit reproduksi perempuan. Jadi bisa dibilang kebidanan itu dari perempuan untuk perempuan.

Pada tahun pertama perkuliahan, mahasiswa kebidanan akan belajar tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia, kebutuhan dasar manusia, konsep kebidanan, ketrampilan dasar bidan dan lain- lain. Juga sudah mulai belajar kompetensi klinik seperti memasang infus, mengambil sampel darah dan lain-lain.

Tahun kedua perkuliahan, mahasiswa belajar tentang asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir, asuhan kebidanan nifas dan menyusui, asuhan kebidanan neonatus, asuhan kebidanan bayi, balita dan anak pra sekolah serta asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Di tahun kedua mahasiswa juga akan belajar tentang asuhan kebidanan komunitas, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Kegiatan klinik mahasiswa kebidanan dilakukan di Bidan Praktek Klinik, Puskesmas maupun di rumah sakit.

Tahun ketiga perkuliahan, mahasiswa hanya belajar tentang pendidikan budaya dan anti korupsi, ataupun materi tergantung universitas masing-masing. Selebihnya jadwal perkuliahan hanya diisi dengan praktik klinik kebidanan.

So, apa sih serunya jadi bidan?

Terakhir dari saya, menjadi bidan tak sekedar tentang bertemu bayi lahir yang lucu, tetapi tentang pengorbanan seorang ibu dan proses tumbuhnya seorang perempuan. Selain itu, bidan juga menjadi tombak utama dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) di Indonesia. Menjadi bidan mengajarkan saya untuk lebih menjaga diri saya sebagai perempuan, juga belajar berempati tentang perjuangan seorang ibu. Perjuangan seorang ibu ketika mempertaruhkan nyawa untuk bayinya. Menjadi bidan adalah pekerjaan yang sangat membutuhkan intelektual, disiplin, ketegasan, kebijaksanaan dan yang terpenting adalah hati yang lembut. Ada yang bilang bidan itu ibarat Otot Baja Hati Hello Kitty. Bidan itu kuat tetapi memiliki hati yang lembut.

By : Anggita Ratna Pratiwi

(More info : 082138773037)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *