Mengambil Inspirasi dari Dek Fajar (Hafizh Cilik Indonesia) [KAJIAN INSPIRASI]

DEKFAJAR-INSPIRASI
DEKFAJAR-INSPIRASI


Forma
iska.com – Karanganyar, Sabtu (15/04/2017). Kajian Inspirasi (Kajian Seluruh Pemuda-pemudi Karanganyar Bersinergi) atau kajian rutin sabtu sore, kedatangan tamu Dek Fajar seorang anak yang istimewa. Fajar Abdulrokhim Wahyudiono yang biasa disapa Dek Fajar, merupakan anak yang lahir sebagai penderita cerebral palsy (lumpuh otak), namun diberi kemudahan dalam menghafal Al-Quran sejak 4 tahun. Subhanallah.

Dek Fajar berkelahiran Kota Bandung, kemudian pindah ke Colomadu, Karanganyar. Sekarang Dek Fajar sekolah di SMP Ibnu Abbas kelas 1. Seperti yang sudah dilansir di beberapa media, Dek Fajar anak dari pasangan Heny Sulistiowati dan Joko Wahyudiono ini memang telah memikat banyak orang, termasuk dari kerajaan Arab Saudi yang tahun ini mengundang Fajar bersama keluarganya untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Guna berbagi pengalaman dengan Fajar, AQL Pustaka hari Sabtu (18/02/2017) meluncuran buku berjudul “Fajar Sang Hafizh Anak Lumpuh Otak Hafal Al-Qur`an”. Buku buah pena Ustadz Azhar Aziz ini seakan menjadi oase bagi orang tua yang memiliki anak yang abnormal tapi tetap optimis. Dek Fajar pernah menjadi bintang tamu Hitam Putih Trans 7, Talkshow bersama Ust Yusuf Mansur, pun di media sudah tersebar foto beliau bertemu dengan Dr. Zakir Naik.

Dalam acara INSPIRASI ini Dek Fajar di dampingi ayahnya. Ayahnya menceritakan bahwa kedua orang tua dek fajar sebenarnya tidak sengaja untuk mempersiapkan anaknya hafal Al-Quran. Latar belakang orang tua pun bukan dari  pondok pesantren. Tujuan semata saat itu adalah hanya semata ingin memberikan bekal dan agar Al-Qur’an menjadi penyembuh penyakit Dek Fajar. Waktu lahir dokter memvonis lumpuh otak, namun orang tuanya berkomitmen mendidiknya dengan Al-Quran dan dijauhkan dari TV, karena TV isinya hanya hiburan. Sejak 2 hari setelah kelahiran Dek Fajar selalu diperdengarkan murottal Al-Qur’an selama 24 jam. Ketika Burhan Efendi (moderator acara) bertanya apa cita-cita Dek Fajar, Dek Fajar menjawab beliau ingin menjadi imam masjidil Haram.

Rutinitas Dek Fajar dimulai sebelum shubuh, Dek Fajar mandi lalu shalat shubuh. Setelah itu halaqah Al-Qur’an. Jam 7 terapi di Jogja kemudian kembali ke  pesantren untuk Shalat Dzuhur dan kembali istirahat jam 8 malam. Dek Fajar senantiasa semangat untuk belajar. Lebih senang untuk berdekat-dekat dengan Al-Qur’an dan bahkan merasa sedih dan rugi jika hari libur tiba.

Keterbatasan Dek Fajar menjadi inspirasi untuk kita berusaha menghafal Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang yang mudah dipelajari karenai antara keistimewaan Al Qur’an adalah Allah mudahkan ia untuk dipelajari. Allah ﷻ berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Allah ﷻ mengulang-ulang kalimat tersebut sebanyak empat kali di dalam kitab-Nya yang mulia di surat Al-Qamar. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa Allah menjadikan Al Qur’an itu mudah untuk dipelajari.

Pesan penutup Bapaknya dari Ananda Fajar dalam kajian INSPIRASI tersebut adalah nasehat dan motivasi untuk terus semangat mendidik anak-anak kita dengan Al-Quran dan semoga kita bisa menciptakan 1 rumah 1 hafizh.

Acara INSPIRASI Spesial Talkshow bersama Dek Fajar di Masjid Agung Karanganyar, dalam rangka berbagi hikmah menyambut Ramadhan bekerjasama dengan Aliansi Umat Islam Karanganyar, Relawan Qur’an, Ponpes BRQ Tasikmadu, dan Ponpes BMQ ngadiluwih. [] (DN)

IMG_20170415_160338_HDR IMG_20170415_161909_HDR

DEKFAJAR-INSPIRASI
DEKFAJAR-INSPIRASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *