Ada ya, Jurusan Terapi Wicara? (Tentang Jurusan Terapi Wicara)

 

“Mbak, sekarang sekolah ambil jurusan apa? Ambil bidan atau perawat?”
“Emm.. bukan, Bu. Saya kuliah di jurusan Terapi Wicara”
“Hahh? Terapi Wicara?”

Itulah ekspresi yang mungkin muncul ketika pertama kali mendengar Jurusan Terapi Wicara. Bagaimanakah dengan kalian? Apa yang kalian pikirkan tentang jurusan ini? Apakah sebuah jurusan yang tidak familiar? Jurusan yang aneh? Jurusan yang tidak keren? Atau justru jurusan yang unik dan menarik?
Di sini saya akan mengulas apa dan bagaimana jurusan terapi wicara itu. Kuyy…simak pembahasannya. Semoga bermanfaat yaa :)

Apa sih Terapi Wicara itu?

Terapi wicara adalah bentuk pelayanan kesehatan profesional berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang bahasa, wicara, suara, irama/kelancaran (komunikasi), dan menelan, yang ditujukan kepada individu, keluarga dan/atau kelompok untuk meningkatkan upaya kesehatan yang diakibatkan oleh adanya gangguan/kelainan anatomis, fisiologis, psikologis dan sosiologis. Jadi, hal yang dipelajari seorang terapis wicara sangat luas ya,. Tidak hanya sebatas berbicara saja.

Apa sih yang dipelajari di jurusan Terapi Wicara ?
Apakah mempelajari bahasa isyarat kaya di TV-TV itu ?
Jawabannya adalah tidak ya, Sobat. Karena terapis wicara mengajari seseorang yang mempunyai gangguan komunikasi agar bisa berbicara layaknya orang normal. Di semester awal, kita akan mendapatkan mata kuliah umum seperti Pancasila, Bahasa Indonesia, Pendidikan Budaya Anti Korupsi, Kewarganegaraan, Bahasa inggris, Agama, Pengantar Psikologi, Anatomi Fisiologi, dan Pengantar Terapi Wicara.
Jadi, jurusan terapi wicara itu tidak mempelajari pelajaran eksak lagi ya, guys. Yang pengen banget menghindari pelajaran itung-itungan tuh, jurusan ini recommend banget buat kamu. Hehe

Di semester selanjutnya, kita akan mempelajari terapi wicara lebih mendalam, yaitu gangguan bahasa seperti afasia, gangguan bicara seperti disaudia, gangguan suara seperti gangguan kekerasan/ kenyarigan, gangguan irama/kelancaran seperti gagap dan latah, serta gangguan menelan/disfagia.

Gampangnya nih, guys. Kita itu membantu bayi yang terlambat bicara, membantu mereka yang nada suaranya tidak sesuai dengan gendernya, membantu mereka memahami apa yang mereka ucapkan (kan ada tuh, yang bisa bicara tapi tidak paham apa yang dibicarakan), membantu orang pasca stroke, dan masih banyak lagi. Pokoknya dijamin seru deh, guys 

Bagaimana kerja terapis wicara?

Cara kerja seorang terapis wicara dimulai dengan skrining terlebih dahulu, kemudian ada diagnosis dan prognosis, lalu merencanakan tindakan terapi atau membuat schedule jangka pendek dan panjang, selanjutnya pelaksanaan terapi, melihat hasil terapinya lalu evaluasi, dan yang terakhir yaitu pelaporan hasil atau dokumentasi. Bagaimana? Bingung, ya? Tenang… nanti dijelasin lebih dalam saat kuliah kok, guys. Bisa bayangin kan, gimana disiplin dan tertatanya hidup kita nanti? 

Bagaimana sih prospek kerja jurusan terapi wicara itu?

Pasti sedikit yaa? Kan belum terkenal..
Eeiiitsss..jangan salah. Terapi Wicara itu sudah ada sejak tahun 1971 loh, guys. Sudah hampir setengah abad ya? Tapi kenapa terapi wicara itu belum eksis kaya jurusan yang lainnya, ya? Emm…penulis juga kurang tahu guys kenapa bisa begitu, hehe. Namun, jurusan terapi wicara itu sangat banyak dan luas peluang kerjanya. Kenapa begitu? Ada beberapa alasan. Yang pertama karena jurusan itu kurang familiar atau masih jarang diketahui orang, jadi masih banyak peluang kerja untuk orang-orang yang telah mengenal dan memilih kuliah di jurusan ini. Alasan kedua yaitu karena jurusan terapi wicara sangat dibutuhkan, terbukti dengan hasil Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa angka kecacatan di Indonesia sangat tinggi. Prevalensi tuna netra 0,17%, tuna wicara 0,14%, down syndrom 0,13%, tuna daksa 0,08%, tuna rungu 0,07%, dan kecacatan akibat trauma dan kecelakaan 0,53%. Diperkirakan akan semakin bertambah resiko terjadinya penyakit degenerasi karena masyarakat yang sedentary (tidak aktif melakukan aktivitas fisik). Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Triwulan 1 Maret 2011, jumlah anak Indonesia sebanyak 82.980.000. Dari populasi tersebut, 9.957.600 anak merupakan anak berkebutuhan khusus dalam kategori penyandang disabilitas. Sedangkan jumlah anak dengan kecerdasan istimewa dan berbakat istimewa adalah sebesar 2,2% dari populasi anak usia sekolah (4-18 tahun) atau sekitar 1.185.560 anak. Alasan ketiga yaitu kurangnya lulusan terapis wicara di Indonesia, terbukti dengan jurusan ini hanya ada di 3 kampus di Indonesia. Padahal 1 orang terapis wicara hanya boleh memegang 6 klien per sesi per hari.
Nah, sekarang bisa dibayangkan kan, guys, bagaimana perbandingan terapis yang dibutuhkan dengan lulusan terapis yang ada?

Dimana sih kerja seorang terapis wicara?

Terapis wicara bisa bekerja di Rumah sakit Negeri/Swasta, klinik kesehatan/sarana kesehatan, Sekolah Luar Biasa, TK/Taman Latihan/Tumbuh Kembang Anak, Staf Pengajar, Depkes RI, Sekolah Dasar, dan yang paling penting nih guys, kita bisa buka Praktik Mandiri loh. Udah kaya dokter aja, nih..

Apakah terapis wicara menangani orang yang susah diatur, susah memperhatikan, sukanya emosi, mukul-mukul, dan hal-hal ekstem lainnya?

Jawabannya, benar. Tetapi, nanti selama pembelajaran kita diajari bagaimana menangani pasien-pasien kita. So, jangan khawatir ya, Sobat. Bagi yang tidak nyamanan (baca: jijik), jurusan ini tidak dianjurkan buatmu, Nak. Haha

Terapis wicara itu sering dicuekin pasien loh guys, khususon anak-anak. Bagaimana rasanya dicuekin, saya yakin teman-teman pasti paham. Selain itu, terapis wicara sering juga dipukul-pukul anak kecil, main kejar-kejaran sama pasien. Jadi, kita nanti akan mengerti bagaimana caranya kita mencuri perhatian pasien, bagaimana caranya kita mengerti apa yang diinginkan pasien, dan masih banyak lagi.
Dah kebayang kan guys, bagaimana sabarnya seorang terapis wicara itu? 

Terapis wicara juga kolaborasi dengan profesi lain, loh..
Kolaborasi?
Terapis wicara itu berkolaborasi atau bekerja sama dengan profesi lain, yaitu dengan dokter neurologi, doter THT, dokter anak, fisioterapi, okupasi terapi, ahli gizi, keperawatan, guru, psikolog, orang tua, dll.
Wah, banyak yaa..
Iya dong, kamu dijamin nggak kesepian deh. Wkwk

Oke, cukup sekian ya guys ulasan singkat dari saya. Oiya, perkenalkan saya Wulan mahasiswa D3 Terapi Wicara POLTEKKES Surakarta. Semoga tulisan ini bermanfaat, ya. Saya mohon maaf apabila ada tulisan saya yang kurang berkenan di hati kalian semua. Dimaafkan yaa 
Jika ada yang pingin bertanya-tanya lagi tentang jurusan terapi wicara bisa kontak Wulan yaa..
Ig: @wulantrianda
Email : wulantrianda@gmail.com

3 thoughts on “Ada ya, Jurusan Terapi Wicara? (Tentang Jurusan Terapi Wicara)

  1. Makasih infonya kak saya maba d4 jurusan tw dipoltelkkes solo,sehabis baca ini semakin tertarik gitu sama jurusan ini hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *