Indahnya Berjihad dalam Rimbunnya Rimba (Tentang Jurusan Kehutanan)

 

Hallo.. Assalamualaikum, teman-teman. Gimana nih masih bingung menentukan pilihan mau kuliah dimana, ya? Semoga tulisan saya ini bisa sedikit memberi semangat dan pengetahuan teman-teman yang ingin berjihat lewat kehutanan, ya :)

“Kehutanan berarti bakal keluar masuk hutan dong, ya?”

Wah, kehutanan jadi kayak tarsan dong, ya?”

Ih, ogah, ga keren kerjanya di hutan”

Lahh, kuliah kehutanan mau jadi apa? Hutannya udah mau habis

Begitulah komentar dari beberapa orang yang sering disampaikan ketika mendengar aku kuliah dimana. Beberapa teman ada yang heran juga, dari sekian banyak jurusan kenapa aku menjatuhkan pilihan pada kehutanan yang notabene adalah jurusan yang kaum ikhwan semestinya atau “mungkin” lebih prefer di sana.

Jadi sebenarnya kenapa sih harus kehutanan?

Cerita itu berawal dari kebingunganku untuk kuliah dimana, masa awal kelas XII SMA di mana ruang guru BK adalah tempat nongkrongku sewaktu jam istirahat berbunyi. Di sana aku banyak menghabiskan waktu untuk sekedar ngobrol dan curcol ke sana kemari dengan beliau, Ibu Endang Sriyatun guru BK kelas XII. Pembawaan beliau yang begitu keibuan membuatku betah di ruanganya. Meski terkadang informasi yang beliau bawakan belum cukup menjawab pertanyaanku, namun cukup bagiku untuk menambah informasi.

Yap, ketemulah aku dengan satu jurusan yang unik. Yang ternyata jurusan ini adalah jurusan yang Bapakku inginkan ketika berencana akan kuliah. Kehutanan. Jika ditanyai mengenai alasan memilih jurusan, maka akan membawa saya pada memori 13 tahun silam. Sebuah memori yang meninggalkan lubang dalam hati. Alam telah menampakkan amarahnya, manusia telah lalai pada amanahnya. Sebuah longsor telah menghantam kediaman nenek saya. Longsor yang membawa material yang membawa glondongan kayu dan batu tanah telah meluluh-lantahkan kampung halaman ibu saya. Sebuah rumah kecil di pinggir sungai telah hancur. Namun bersyukur Allah masih menyelamatkan Nenek, Adik, dan Bulek saya. Bertanda Allah sedang memperingatkan kita bahwa kita telah meninggalkan amanah yang telah Allah berikan.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, ”Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(Q.S. al-Baqarah [2]: 30).

Allah telah memerintahkan kepada manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Manusia telah diberi perintah untuk menjaga keserasian alam. Menjaga alam agar alam tetap menjadi sahabat seluruh makhluk, air tetap menjadi saudara seluruh makhluk, dan udara tetap menjadi teman seluruh makhluk. Namun manusia telah lalai karena perasaan “serakah”. Sebuah perasaan yang menghancurkan persahabatan, persaudaran, dan pertemanan.

Alasan terkuat untuk pergi merantau ke kota yang sempat menjadi ibu kota negara kita ini tidak lain adalah untuk kampung halaman. Sebuah kenangan buruk yang saya ingin bangun menjadi masa depan yang indah. Keindahan kampung halaman tidak diperuntukan para cukong yang serakah menggerogoti alam tempat sumber kehidupan ada. Manusia adalah poros utama dalam menjaga alam. Biarlah memori longsor menjadi masa lalu, dan bumi intanpari yang terjaga kelestariannya menjadi masa depan. Maka dengan bekal kenangan yang menyakitkan inilah saya memilih kehutanan sebagai padepokan saya. Dari Bulaksumur, untukmu Intanpariku.

Tidak begitu menyeramkan kuliah di kehutanan. Di sana kita akan mempelajari nama-nama ilmiah pohon, konservasi tanah dan air, satwa liar, hidrologi, pembuatan peta, dan lainnya. Pada awal semester satu kita akan melalui makrab yang dinamakan LKMK. Kemudian menjelang liburan semester satu akan ada praktikum lapang Ilmu Pengantar Kehutanan yang dikemas dalam acara Forestry Camping. Dan ada satu praktikum lapang lagi di akhir semester dua, yaitu Kuliah Lapang yang akan mengenalkan kita tentang berbagai tipe-tipe dan jenis pemanfaatan hutan.

Di kehutanan, pada akhir semester tiga akan ada peminatan yang akan memudahkan kita dalam mengerjakan skripsi. Ada Konservasi Sumber Daya Hutan, Silvikutur, Manajemen Hutan, dan Teknologi Hasil Hutan. InsyaAllah seru kok kuliah di kehutanan, kalau mencari jurusan yang banyak main ke alamnya pilih aja kehutanan ya, hehe. Karena insyaAllah di kehutanan ini adalah salah satu jalan jihad untuk melaksanakan perintah Allah untuk menjaga alam. Salam Lestari!

Oleh: Meylani Putri Windyasari
Line: meylaniputriw
Wa: 081358950934

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *