Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Tak Melulu Pelajari Undang-Undang (Tentang Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

 

Masih ingatkah dengan pelajaran PKn?
Saya percaya semua orang di Indonesia pasti tahu pelajaran ini, karena pelajaran satu ini diajarkan di negara Indonesia. Pelajaran ini pernah berulang kali berganti nama. Mulai dari Civic, PMP, dan masih banyak lagi. Tetapi kini telah berganti kembali menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Sejatinya, pelajaran satu ini mengajarkan kita bagaimana menjadi warga negara yang baik (a good citizen) sesuai dengan nilai-nilai dan norma di Indonesia.

Mungkin banyak yang mengira bahwa jurusan PKn itu harus hafal undang-undang, baik itu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 ataupun Undang-Undang lainnya. Haha, masa’ sih? Aku tertawa dan sempat tercengang. Sempat aku berfikir. Benarkah seperti itu? Wah tantangan berat, batinku. Bagaimana dengan mereka yang tak menyukai hafalan? Atau lemah dalam menghafal? Sementara mereka berminat untuk masuk ke jurusan ini? Ah, ini sulit sepertinya.

Pendidikan Kewarganegaraan sudah seharusnya memenuhi 3 aspek yang harus dicapai, yaitu pengetahuan, keterampilan (skill), dan pembentukan karakter. Mengenai pengetahuan, itu merupakan substansi yang harus diketahui oleh warga negara. Hal ini berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara, pengetahuan tentang struktur dan sistem politik dan pemerintahan, nilai-nilai universal dalam masyarakat demokratis, cara-cara kerja sama untuk mewujudkan kemajuan bersama, dan hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat internasional. Keterampilan (skill) merupakan pengembangan dari pengetahuan agar pengetahuan yang diperoleh tersebut menjadi sesuatu yang bermakna karena dapat dimanfaatkan dalam menghadapi masalah-masalah dalam berbangsa dan bernegara. Keterampilan di sini mencakup keterampilan intelektual dan keterampilan partisipasi. Sedangkan aspek pembentukan karakter yang diajarkan PKn merupakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh setiap warga negara untuk mendukung efektivitas partisipasi politik, berfungsinya sistem politik yang sehat, serta berkembangnya martabat dan harga diri serta kepentingan umum.

Dalam mencapai aspek pengetahuan, kita mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban, nilai-nilai universal dalam masyarakat demokratis, cara-cara kerja sama untuk mewujudkan kemajuan bersama, serta hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat internasional. Hal ini tentu tak lepas dari apa yang tercantum dalam konstitusi dan dasar negara yang kita anut, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Pancasila. Dua hal tersebut menjadi acuan dan landasan dalam kebanyakan materi yang diajarkan oleh Pendidikan Kewarganegaraan. Karena dua hal tersebut menjadi pokok kajian yang harus dikuasai untuk menjadi warga negara yang baik, warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tidak melulu menghafal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, karena dalam pelajaran tersebut kita juga mempelajari tentang politik, hukum, pendidikan, dan filsafat yang memang bertujuan agar memiliki generasi yang memiliki perilaku kewarganegaraan yang baik kedepannya.

Ingin tahu lebih dalam lagi? :)
Bisa hubungi Nur Hidayah (083806399468)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *