Tentukan Sejak Dini! Pendidikan Teknik Mesin atau Teknik Mesin Murni? (Tentang Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Mesin Murni)

 

Assalamu’alaikum, teman-teman..
Di kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dengan Jurusan Teknik Mesin di bangku perkuliahan.

Orang awam yang mendengar kedua Jurusan tersebut kadang menganggapnya sama. Akan tetapi kedua jurusan tersebut sebenarnya berbeda. So, jangan salah pilih jurusan, ya. Di sini saya akan menjelaskan perbedaan kedua jurusan tersebut dipandang dari materi perkuliahan yang didapat dan dari prospek pekerjaan yang dapat diambil setelah lulus nantinya.

Apa perbedaan dari keduanya?

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Teknik Mesin atau banyak orang yang menyebutnya Teknik Mesin Murni terdapat perbedaan pada embel-embel Pendidikan. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini menjurus ke ranah keguruan. Harapannya mahasiswa yang lulus dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini kedepannya dapat menjadi seorang guru di sekolah menengah kejuruan (SMK). Maka dari itu, sebagian besar materi di perkuliahan yang diajarkan pun tentang bagaimana menjadi seorang guru yang baik dan profesional. Materi yang diajarkan untuk mendukung pembentukan profesi seorang guru ini meliputi mata kuliah Ilmu Pendidikan, Telaah Kurikulum, Profesi Kependidikan, Perencanaan Pembelajaran, dan lain sebagainya. Dalam perkuliahan, praktikumnya pun lebih ditekankan bagaimana agar mahasiswa mengetahui tentang prosedur-prosedur pengerjaan yang nantinya dapat diajarkan kepada siswa di sekolah.

Berbeda dengan Jurusan Teknik Mesin (murni) yang mempelajari ilmu teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisis, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik seperti getaran, starter, manajemen energi, dan lain sebagainya. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmu mekanika, kinematika, teknik material, termodinamika dan energi. Ahli atau pakar dari teknik mesin biasanya disebut sebagai insinyur (teknik mesin), yang memanfaatkan pengertian atas ilmu teknik ini dalam mendesain dan menganalisis pembuatan kendaraan, pesawat, pabrik industri, peralatan dan mesin industri dan lain sebagainya.

Bagaimana prospek kerjanya?

Para calon mahasiswa tentunya memikirkan prospek pekerjaan yang nantinya dapat diambil ketika lulus dari jurusan yang dipilihnya ataupun ingin melanjutkan ke strata yang lebih tinggi lagi. Mahasiswa yang telah lulus dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin tentunya lebih ditekankan untuk menjadi seorang guru atau pengajar di sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun realitanya, tidak menutup kemungkinan mahasiswa lulusan dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini untuk bekerja di perusahaan atau dunia industri. Mahasiswa yang telah lulus memiliki kesempatan dan peluang besar untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan atau industri pemesinan dan otomotif.

Berbeda dengan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin memiliki peluang kerja di perusahaan atau dunia industri yang lebih besar. Seorang lulusan Teknik Mesin dapat menempati posisi pekerjaan di berbagai bidang seperti bidang perawatan mesin, bidang industri alat berat, penguji spesimen produksi, bidang pemerintahan, akademis, dan lembaga penelitian, bidang lainnya, seperti perusahaan pembangkit listrik, seperti PLTA, PLTU, dan PLTG serta perusahaan minyak dan gas bumi, seperti Pertamina juga selalu membutuhkan lulusan Teknik Mesin. Lulusan Teknik Mesin juga dapat berprofesi sebagai konsultan bagi perusahaan-perusahaan manufaktur, dan lain-lain.

Sekarang ini pemerintah telah mencanangkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pendidikan Profesi Guru (PPG) dilaksanakan selama setahun untuk mendapatkan sertifikat mengajar dari pemerintah. Di mana dahulu mahasiswa S1 dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan semua jurusan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang telah lulus dapat langsung menjadi guru dan mengajar di sekolah. Namun sekarang ini, untuk menjadi seorang guru mahasiswa S1 dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan semua jurusan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang telah lulus harus menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dengan adanya program ini mahasiswa lulusan dari Teknik Mesin Murni atau jurusan lain non keguruan dapat menjadi seorang guru dan mengajar di sekolah setelah menempuh Program Profesi Guru (PPG) tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi untuk sekarang ini mahasiswa lulusan dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Teknik Mesin Murni dapat menjadi seorang guru atau bekerja di perusahaan dan industri.

Satu nasihat nih buat kalian calon mahasiswa yang mau kuliah di Jurusan dan universitas yang diinginkan. Kalian tidak salah dalam memilih jurusan atau universitas yang mungkin berbeda dari harapan yang kalian inginkan. Misalnya kalian menentukan dua pilihan. Pilihan yang pertama adalah Jurusan Teknik Mesin dan pilihan keduanya adalah Jurusan Pendidikan Teknik Mesin. Ketika pengumuman penerimaan mahasiswa baru tiba, ternyata diterima di pilihan yang kedua yakni Pendidikan Teknik Mesin. Jangan sedih atau kecewa, ya. Lakukan apa yang anda terima dengan sebaik-baiknya, InshaAllah kalian akan memperoleh kesuksesan, aamiin. Yakin deh, kalau rezeki itu sudah diatur oleh Allah Subhanahu Wata’ala dan gak bakal ketuker dengan yang lainya.

Untuk teman-teman yang ingin kepo lebih lanjut mengenai jurusan ini bisa menghubungi kontak di bawah ini yaa. Semoga bermanfaat :)
Setyo Pranoto (081225828381)

2 thoughts on “Tentukan Sejak Dini! Pendidikan Teknik Mesin atau Teknik Mesin Murni? (Tentang Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Mesin Murni)

  1. Ralat mas. Di beberapa universitas LPTK ada beberapa yang menyelenggarakan Prodi pendidikan Teknik mesin dengan menambahkan konsentrasi Desain Perancangan yang notabennya juga harus memiliki pemahaman mengenai ilmu mekanika, termodinamika, desain yg cukup dalam juga. Pengalaman saya yang sudah melewati perkuliahan di Prodi dengan konsentrasi tersebut sampai smster 7 ini saya sangat melihat perbedaan pengajaran antara ilmu pendidikan dan keteknikan (pengajarannya tidak dilakukan secara terintegrasi) malahan ilmu pendidikan yang kita dapatkan kira2 hanya sekitar 10% dari total 144 sks atau lebih yg saya sudah ambil (dari total sks tersebut kira2 saya hanya belajar ilmu pendidikan sebesar 24 sks) dan kami di perbolehkan untuk mengambil matakuliah tambahan mengenai keteknikan hingga rata2 lulusanya lulus dengan sks lebih dari 144. Kebanyakan mahasiswa nya juga sangat overskilled mengenai beberapa aplikasi desain seperti Inventor, Autocad, X-Foil (untuk desain airfoil), UGnx, CFD/Ansys, Matlab, catia, fluid sim (Pneumatic, Hydraulic dan electrical automatic). Bahkan menurut data lulusan nya hanya 20% yang bekerja sebagai tenaga pengajar dan selebihnya bekerja di dunia industri Engineering dengan jabatan above supervisor. For example engineer, penelitian dan pengembangan di beberapa perusahaan besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *