Teknik Sipil Bukan Sekadar Membangun Rumah (Tangga) yang Baik (Tentang Jurusan Teknik Sipil)

 

Tentu teman-teman tidak asing dengan jurusan teknik sipil. Begitu mendengar kata teknik langsung terpersepsi mantu idaman. Begitu mendengar kata sipil langsung terpersepsi kontraktor, gedung, gambar, dan lain-lain. Benarkah demikian? Benar, namun itu tidak sepenuhnya tepat. Masih terlalu luas dan beberapa juga keluar dari ruang lingkup teknik sipil. Pertanyaan sering diajukan tentang Teknik sipil seperti “Sebenarnya apa saja sih ruang lingkup teknik sipil?”, “Apa bedanya Teknik Sipil dengan Arsitek?”. Terkadang juga orang awam bingung untuk membedakan antara teknik sipil dan arsitek. Dan juga yang jadi pertanyaan, kenapa namanya sipil? Kok nggak Teknik Bangunan aja? Atau Teknik Infrastruktur aja? Atau Teknik Konstruksi aja? Sebenarnya apasih filosofinya, kenapa kok namanya Sipil? Hehehe, makin bingung kan dengan teknik sipil, ncen rumit dek memahami teknik sipil, seperti aku memahamimu juga rumit #eak (apaseeeh). Yang jelas ini bukan seputar membangun rumah (tangga) yang baik, namun membangun rumah bertangga yang baik. Kuy dari pada bingung simak tulisan di bawah ini.

Kenapa namanya Teknik Sipil?

Dari pengertiannya, Teknik Sipil (Civil Engineering) adalah Ilmu yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, renovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Karena kepentingannya berkaitan dengan kehidupan masyarakat sipil (civilsociety), maka dari itu ilmu ini disebut dengan Sipil/Civil.

Apa perbedaanTeknik Sipil dan Arsitektur?

Sipil dan Arsitek merupakan saudara, tetapi tidak kembar. Arsitek bertugas membuat desain dan model bangunan yang kaitanya dengan seni dan estetika. Sedangkan sipil bertugas membuat perhitungan struktur, anggaran, dan pelaksanaan dari model bangunan yang direncanakan. Untuk mempermudah, simak tabel berikut.

 

Jadi Teknik Sipil berkaitan dengan Matematika dan Fisika, sedang Arsitektur berkaitan dengan Seni. Dengan matematika hidup lebih terukur dan dengan seni hidup lebih indah. (jare sopo?)

Apa saja ruang lingkup Teknik Sipil?

Ruang lingkup teknik sipil sangatlah luas. Hampir semua urusan masyarakat sipil yang berkaitan dengan memodifikasi atau merubah segala sesuatu yang di atas bumi merupakan wewenang teknik sipil. Seperti halnya mendirikan gedung, membangun jembatan, bendungan, jalan, rel kereta api, selokan, pelabuhan, terasering, waduk, merubah meander (kelokan sungai), hingga penaggulanganbecana.

Apa saja cabang Ilmu di Teknik Sipil?

Jika teman-teman belajar di Teknik Sipil, maka teman-teman akan mempelajari beberapa bidang Ilmu, di antaranya bidang struktur, geoteknik, keairan, manjemen proyek, lingkungan, kebencanaan, dan transportasi. Untuk mahasiswa S1 semua itu akan dipelajari, namun sifatnya masih umum tetapi cukup detail. Adapun penjelasan bidang-bidang itu sebagai berikut:

1. Bidang Struktur
Cabang ini mempelajari masalah struktur yang digunakan untuk sebuah pembangunan. Mulai dari menghitung beban berdasarkan fungsi bangunan tersebut beserta faktor keamanannya, menentukan jenis material apa yang digunakan seperti kayu, baja atau beton, lalu menentukan profil yang akan digunakan dan melakukan pemodelan terhadap struktur tersebut. Dalam bidang struktur ini, diharapkan seorang perencana struktur mampu merancang struktur bangunan dengan design yang aman dan efisien. Aplikasi dari bidang struktur di lapangan salah satunya untuk membuat perencanaan beton bertulang.
2. Bidang Geoteknik
Cabang ini mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dan batuan dalam menopang suatu bangunan yang berdiri di atasnya. Aplikasi dari bidang geoteknik ini adalah investigasi lapangan, penyelidikan tanah di laboratorium serta perencanaan konstruksi tanah dan batuan. Seperti timbunan, galian, terowongan tanah lunak, terowongan batuan, dll.
3. Bidang Manajemen
Cabang ini mempelajari masalah dalam proyek konstruksi seperti membuat dokumen lelang, menghitung rancangan anggaran biaya, membuat penjadwalan proyek konstruksi, pengorganisasian pekerja, mengatur sewa alat konstruksi, dan monitoring pada proyek konstruksi. Dalam bidang manajemen ini, diharapkan agar suatu proyek konstruksi tersebut dapat selesai tepat waktu dengan mutu yang baik, dan biaya rendah.
4. Bidang Keairan
Cabang yang mempelajari tentang hal-hal yang berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai, sifat material air, tekanan air, gaya dorong air, dsb.Aplikasi dari bidang hidrologi di negara Indonesia adalah pelabuhan, membuat rekayasa irigasi, bendungan, kanal, sistem drainase, dll.
5. Bidang Teknik Lingkungan
Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Bidang ini mencangkup antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara, hingga teknik penyehatan.
6. Bidang Transportasi
Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Bidang ini mencangkup antara lain konstruksi bahan perkerasan jalan, geometri jalan, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun, hingga pengaturan jalan raya, pengaturan parkir, dan manajemennya. Jadi lampu merah berapa detik, kuning berapa detik, dan hijau berapa detik, yang menghitung adalah orang Teknik Sipil.
Aplikasi dari bidang transportasi di negara Indonesia adalah pembuatan flyover, underpass, jalan bebas hambatan, jalan kereta api dan lain-lain.
7. Bidang Kebencanaan
Cabang ini mempelajari mengenai penilaian infrastruktur dan lingkungan yang terdampak bencana (damageassesment), penanggulangan banjir, penanggulangan longsor, dan upaya mengurangi dampak gempa bumi. Bidang ini tentu berkaitan dengan bidang yang lain. Misalnya dalam penanggulangan banjir bekaitan dengan keairan, penanggulangan longsor berkaitan dengan geoteknik, dan penaggulangan dampak gempa berkaitan dengan struktur. Aplikasi dari bidang ini di Indonesia seperti pembuatan waduk retensi, dan tanggul untuk menanggulangi banjir, pembuatan desain rumah tahan gempa, dan pembuatan terasering.

Selain dari enam cabang ilmu di atas, secara tidak langsung dalam bidang teknik sipil pun mempelajari tentang hukum, K3, Kewirausahaan, dan Analisis Investasi/ EkonomiTeknik juga loh, gaes. Jadi, dengan luasnya bidang teknik sipil ini sendiri, membuat jurusan ini sangatlah fleksibel ketika memasuki dunia kerja. Seperti bekerja jadi tukang bubur, buruh pabrik,dan pengusaha konveksi (ngga bercanda).

Apa prospek kerja Teknik Sipil?

Prospek kerja teknik sipil sangat luas suekali. Kamu bisa jadi pengangguran, kuli bangunan, penjaga toko, dan kamu bisa jadi apa saja, kecuali yang terlarang karena bersyarat, seperti jadi dokter. Sarjana teknik sipil tidak boleh jadi dokter, khawatir jika melakukan mal praktek. Itu untuk kasus yang unik, Hehehe. Kasus umumnya lulusan teknik sipil bekerja menjadi konstraktor, pengawas proyek, pegawai BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), pegawai Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), pengembang (developer) perumahan, pertambangan, dosen, dan lain-lain. Untuk detailnya silahkan tanya kepada mbah google atau kakak-kakak formaiska.
[Qin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *