Pilihanku ya Teknik Geodesi! (Tentang Jurusan Teknik Geodesi)

 

Teknik Geodesi adalah jurusan yang tidak bisa dianggap sepele dalam disiplin bidang teknik bagian apapun itu. Kenapa aku beranggapan seperti itu? Simak penjelasan berikut!

Melihat dari definisi (pengertian), apa sih geodesi itu?

Definisi klasiknya, geodesi merupakan ilmu tentang pengukuran dan pemetaan permukaan bumi (Helmert, 1880). Sedangkan dalam definisi modern, geodesi adalah ilmu yg mempelajari tentang pengukuran dan penyajian (pemetaan) bumi dan benda-benda langit termasuk medan gaya beratnya dalam ruang tiga dimensi terhadap waktu.

Misi geodesi ada 2, yaitu ilmiah dan praktis. Misi ilmiahnya yaitu menentukan bentuk, dimensi, dan medan (gravitasi) gaya berat bumi. Sedangkan misi praktisnya adalah survei dan pemetaan.

Dengan adanya teknologi baru (komputer, komunikasi, informasi, dan proses), misi praktis mengarah ke geomatika. Sehingga banyak universitas merubah nama program studinya menjadi geomatika. Jadi, sama kok geodesi dan geomatika itu. Kebetulan di UGM masih menggunakan istilah geodesi (ilmu tua), namun di ITS menggunakan geomatika. Nah, sekarang udah tahu kan? Geodesi dan geomatika itu bedanya cuma istilah lama dan baru.

Pernahkah kamu mendengar istilah “Surveyor”?
Kalau mungkin kamu lupa, tontonlah kembali film animasi keren dari Disney judulnya “UP”, lalu skip sampai menit ke 00:59:14, haha
Dalam film tersebut, seorang tokoh bernama Charles Muntz, seorang penjelajah, berkata “a surveyor making a maps”. Yang artinya “seorang surveyor membuat peta”.

Yup! Menurut wikipedia, Surveyor adalah orang yang terlibat dalam survei geodetik. Pemetaan Bumi merupakan kegiatan pengukuran, perhitungan, pendataan, dan penggambaran Bumi, khususnya permukaan Bumi. Hasil dari pekerjaan tersebut adalah berupa peta.

Lalu, mengapa memilih geodesi?
Konstruksi bangunan butuh geodesi ,
pertambangan butuh butuh geodesi,
pemetaan wilayah butuh geodesi, dan
analis tata ruang butuh geodesi.

Pekerjaannya simpel memang, mengukur dan menentukan posisi atau letak relatif suatu objek terhadap permukaan bumi dengan akurat dan presisi. Bayangkan, meskipun pekerjaan sesimpel itu, tetapi dapat membuat pekerjaan lainnya berantakan. Bagaimana tidak, displin ini digunakan sebagai acuan untuk pekerjaan displin teknik lanjutan.

Keren, bukan? Disiplin geodesi ini membuatku semakin mantap!

Tapi mungkin orang awam banyak bergumam “Ah, itu kan cuman sekedar pekerjaan mencari acuan di bagian awal project”.
Dan memang, anggapan ini akan bergulir sepanjang geodesi belum membuming.

Sebagai yang baru sedikit menyelami ilmu ini, saya akan menjawab beberapa anggapan yang sering mampir di telinga. Geodesi pun tetap dibutuhkan dalam akhir project. Saya akan mengambil contoh pekerjaan konstruksi bangunan. Di awal pekerjaan membutuhkan pengukuran dan di akhir membutuh crosscheck apakah sesuai dengan acuan awal. Lalu, apa kabar dengan geodesi dalam maintenance? Ya pasti ada dong kabarnya dalam maintenance bangunan, yaitu dalam hal apakah terjadi pergeseran letak dari sejak dibangun sampai beberapa jangka waktu berikutnya.

Ilmu ini keren sekali!

Bagaimana prospek kerja lulusan teknik geodesi?
Secara garis besar, lulusan Teknik Geodesi dapat bekerja di berbagai bidang, yaitu:
1. Lembaga Pemerintahan (Badan Pertanahan Nasional; Badan Informasi Geopasial; Badan Intelijen Negara; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika; Badan Tenaga Nuklir Nasional; Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional; Bappeda dan Bappenas; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Kementerian Perhubungan, TNI dan Dishidros TNI-AL; Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan; Kementerian Kelautan dan Perikanan,; dan lain lain)
2. Bidang Akademisi dan Penelitian (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dosen, dan lain – lain )
3. Industri Swasta (Surveyor Indonesia, PT Aneka Tambang, PT Timah, Freeport, Pertamina, Caltex, Total Indonesia, Slhumberger, PT KAI, PT ASI Pudjiastuti dan lain – lain)
4. Kontraktor Bangunan (WiKa, Konsultan Teknik, dan lain-lain).
5. Konstruksi Jalan dan Jembatan (PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan lain – lain)

Teknik geodesi Universitas Gadjah Mada adalah pilihan mantap untuk melanjutkan studiku.
Jadi gimana? Masih ragu untuk masuk ke program studi geodesi? Saya tunggu di geodesi yaa…
Salam keren dari azizunrohman, mahasiswa geodesi Universitas Gadjah Mada semester 4.
CP: 081567993567 (Azizun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *