Bukan Sekadar Tukang Pijat (Tentang Jurusan Fisioterapi)


“Mas, kuliah jurusan apa?”

“Jurusan Fisioterapi, buk.”

“Wah jadi tukang pijit ya, mas..”

“hehe.. :)

Banyak orang yang berpikir kalau orang Fisioterapi itu adalah tukang pijit, tapi apakah demikian? Mari kita ubah mainset yang ada di pikiran banyak orang. Apa kalian ingin tahu apa itu Jurusan Fisioterapi? Apa saja yang kita pelajari di kampus? Prospek kerjanya gimana, kak? Kepo, kan? Iya, kan? Kalo nggak kepo dibikin kepo ya.. hehe

Fisioterapi itu apa sih?

Fisioterapi atau bahasa kerennya physical therapy merupakan salah satu profesi kesehatan yang menyediakan perawatan atau treatment untuk mengembangkan, memelihara, dan memaksimalkan gerak dan fungsi gerak dalam kehidupan seseorang, terutama saat terjadi gangguan gerak dan fungsi gerak akibat penuaan/cedera/trauma fisik, penyakit dan faktor lingkungan lainnya. Nahh, dari sini kalian masih mau nyebut fisioterapis sebagai tukang pijit??

Apa sih yang dipelajari di jurusan Fisioterapi?

Kak belajar mijit, kak..

Eits.. tidak semudah itu, di jurusan Fisioterapi kita mempelajari lebih dalam terlebih dahulu tentang apa yang ada di tubuh manusia

Kayak dokter dong, kak”

Oh iyha dong! Apa aja ya kira-kira yang dipelajari di jurusan ini? Ini dia jawabannya!

  1. Anatomi tubuh manusia

Yaap, betul sekali. Di fisioterapi kita mendapatkan mata kuliah anatomi manusia, mulai dari rangka tulang manusia, otot-otot yang ada di tubuh manusia, sampai dengan syaraf-syaraf yang ada di manusia. Naaaah, lengkap, kan? So pasti dong hehehehe… (Sombong dikit gapapa kan yha). Konon katanya anatomi di fisioterapi lebih mendalam daripada di jurusan kedokteran loohh, hebat kan? hehehe.

Di semester selanjutnya, mata kuliah anatomi akan terpecah dan akan lebih spesifik lagi pelajarannya, seperti kardio atau jantung, otak, dan lainnya.

  1. Patologi (ilmu tentang penyakit)

Wooow…. Itu kan pelajaran dokter, kenapa kok bisa ada di fisioterapi, kak?” Laah, kan tadi sudah dikatakan kalau fisioterapi itu kayak dokter wkwkwkwk. Gini gan, kita sebagai praktisi fisioterapi juga harus tahu tentang penyakit dan ilmu penyakit, karena semuanya akan ada kaitannya saat kita melakukan treatment di lapangan, supaya bisa mensinkronkan atau merekomendasikan treatment yang akan dilakukan. Bisa juga untuk merekomendasikan pemeriksaan ke dokter tertentu sebelum melakukan treatment di ahli fisioterapi. Jadi semua saling ada keterkaitannya.

  1. Fisiologi ( fungsi tubuh manusia )

“Apa lagi ini, kak?” Fisiologi sangat penting untuk fisioterapi, karena dalam lapangan kita akan berkaitan dengan fungsi-fungsi tubuh manusia. Coba kalau tidak diberikan kita tidak akan bisa melakukan treatment yang sesuai, hehehe.

  1. Psikologi dan ilmu sosial serta budaya, dan juga teknologi informasi serta bahasa.

Ilmu ini berguna sekali untuk memahami berbagai macam karakter pasien yang berbeda-beda. Jadi tim fisioterapi dapat dengan mudah menyesuaikan sehingga membuat pasien nyaman ketika kita treatment.

  1. PKn dan Ilmu Agama.

PKn dan ilmu agama juga diberikan sebagai penunjang dasar yang berkaitan dengan masyarakat dan juga keagamaan.

  1. Fisika

Fisika kita pelajari untuk mengetahui bagaimana sistem kerja alat medis yang dipakai oleh fisioterapi, karena alat-alat yang ada di fisioterapi sangat bergantung pada mekanisme fisika

Naah, banyak kan yang kita pelajari dalam lingkup fisioterapi. Itulah mengapa Fisioterapi beda dengan tukang pijit.

Bagaimana sih prospek kerja Fisioterapi?

Inilah salah satu poin penting yang menjadikan beberapa mahasiswa memilih fisioterapi menjadi salah satu tujuan perkuliahan mereka. Yang Pertama, Lulusan Fisioterapi memiliki banyak lapangan pekerjaan, seperti :

  1. Praktisi di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik

Yhap! Tenaga fisioterapi dapat menjadi praktisi aktif yang dibayar oleh negara atau dibayar oleh perorangan.

  1. Club olahraga

Seorang fisioterapi sangat dibutuhkan pada club olahraga, mengapa demikian? Karena fisioterapi dapat menangani kasus-kasus cidera yang ada di club olahraga dan juga sebagai pemberi saran atau pendamping pelatih club olahraga untuk menentukan latihan yang efisien dan tepat sasaran.

  1. Tim medis TNI

Haaah, emang bisa?” Bisa dong kenapa tidak? Seperti halnya club olahraga tadi, fisioterapis dapat membantu menentukan latihan-latihan yang tepat dan efisien untuk anggota TNI dan juga menangani kasus cidera di anggota TNI.

  1. Buka praktek pribadi

Kalian mau buka praktek sendiri? So pasti bisa. Dengan kalian kuliah di fisioterapi dan mendapatkam sertifikat khusus untuk membuka praktek, kalian bisa menjadi praktisi pribadi atau buka klinik sendiri

Di Indonesia masih membutuhkan banyak tenaga medis fisioterapi jadi jangan takut nganggur, gann..

Yang Kedua, bekerja sambil mencari pahala. Loh kok bisa, kak? Bisa dong ya, kita di sini bekerja membantu penyembuhan orang yang sakit, atau memperbaiki kerusakan yang sudah dialami lansia akibat penuaan walau tidak bisa kembali ke sedia kala tapi setidaknya bisa memperbaiki kerusakannya. Pekerjaan ini adalah salah satu pekerjaan yang mulia dan bisa membantu sesama. So, nunggu apa lagi untuk daftar di jurusan Fisioterapi hehe..

Pembagian Fisioterapi

Dalam fisioterapi, ada beberapa spesialisasi yang ada nih. “Waah spesialisasi, kaya dokter lagi nih”. Dari tadi kok kayak dokter, wakakak.. Memang. Karena dalam fisioterapi, ada beberapa penanganan khusus sehingga harus dibagi-bagi.

  1. Pediatri

Dalam pediatri ini bertugas khusus untuk perawatan dan treatment anak balita, bahkan bayi.

  1. Geriatri

Dalam geriatri ini merupakan penanganan yang ada pada kasus-kasus manula dan dewasa.

  1. Sport

Tentunya menangani di bidang cabang-cabang olahraga.

  1. Neurologi

Sesuai namanya, fisioterapi ini menangani kasus-kasus yang ada di bidang persyarafan.

  1. Muskuloskeletal

Di dalam muskuloskeletal ini seorang fisioterapi menangani di bidang otot-otot dan tulang-tulang pada manusia.

  1. Cardiopulmonal

Di sini fisioterapis menangani pasien yang memiliki keterkaitan pada jantung dan juga paru-parunya.

Naah, banyak juga kan pembgian-pembagian khusus di dalam fisioterapi. Jadi jangan ragu ya kalau masuk fisioterapi, ada banyak sekali peluang yang ada di fisioterapi ini.

Cukup sekian dulu ya gan tentang jurusan Fisioterapinya. Oiya, artikel ini ditulis oleh beberapa mahasiswa Poltekkes yang berdomisili Karanganyar. Sekian semoga bermanfaat untuk semuanya. Yang mau nanya-nanya hubungi aja kontak di bawah ini.

Ig : @afrizal_ra, @d_bhara, @aldefa_alga (DM aja nanti dikasih kontak WA) 😀

One thought on “Bukan Sekadar Tukang Pijat (Tentang Jurusan Fisioterapi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *