Okupasi Terapi, Tugas Mulia Berbumbu Sabar (Tentang Jurusan Okupasi Terapi)

 

Haii semua… Kalian yang baca tulisan ini udah pada tahu tentang jurusan apa saja nihh? hehehe

Jurusan kedokteran? Jurusan kebidanan? Jurusan farmasi? Jurusan akuntansi? Apa lagi yaa.. Hem.. Ya pokoknya jajaran jurusan yang terkenal lah, pasti sebagian besar udah pada kenal kan ya? Tentang nanti kerjanya di mana dan ngapain pasti udah ada bayangan, ya kan? Ya okay..

Nah, sekarang gimana nih guys kalau jurusan okupasi terapi, udah ada yang tahu belum? Apa sih yang ada di bayangan kalian tentang jurusan ini? Atau mungin nggak ada bayangan sama sekali? )):

Okke, sob. Jadi.. Okupasi terapi itu bukan menu makanan lo yaa, bukan merk alat kesehatan, bukan baby sitter, apa lagi yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Nah kalau itu iya, hehehe. Bingung ya? Yaudah lah ya, lupakan.

Jadi, apa itu okupasi terapi?

Okupasi terapi adalah bentuk pelayanan kesehatan pada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan latihan/aktivitas yang terseleksi (okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu, produktivitas, dan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Tujuan utama dari terapi okupasi adalah untuk meningkatkan aktivitas individu dan peran aktif individu di dalam kesehariannya.

(Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Terapi_okupasi,

www.compasina.com/indrianicitralestari/profesi-belum-lama-di-indonesia-sedikit-pengenalan-okupasi-terapi_552b01f0f11761d623c5)

 

Nah jadi seperti itu gambarannya. Kebayang ga sih berapa banyak orang di Indonesia yang mengalami disabilitas (keterbatasan) dan difabel, seperti gangguan yang bersifat fisik,  kognitif, mental, sensorik, emosional, perkembangan atau beberapa kombinasi lainnya yang semakin meningkat jumlah penderita tiap tahunnya. Seperti kasus autis, down syndrome, cerebral palsy, ADHD/hyperaktif, frakture, osteoporosis, pascaoperasi, dislokasi, frozen shoulder, skizofrenia, depresi, dan masih banyak lagi lah pokoknya.

Guys, mereka itu juga seperti kita, betapa inginnya mereka untuk bisa menjadi normal seperti kita, makanya kita yang sehat-sehat harus lebih bersyukur lagi ya… Dan bentuk rasa syukur itu, bisa kita wujudkan dengan membantu orang-orang yang memerlukan bantuan/penanganan khusus seperti itu.

Nah okupasi terapi (OT) itu sendiri bekerja/berkarya untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan dalam kegiatan sehari-harinya, bagaimana caranya agar/supaya pasien dapat lebih meningkat kualitas hidupnya.

Selain itu, kita kan nantinya juga beranjak dewasa, kita akan punya momongan/si kecil, dan orang tua kita pun juga akan beranjak menjadi tua. Di okupasi ini, kita juga mempelajari tahap-tahap perkembangan dari kecil sampai tua, cara mendeteksi sebuah gangguan, dan cara menstimulasi. Pokoknya banyak deh, bangga ga sih kalau masuk jurusan ini, hehehe.. Karena nanti nya akan merawat orang-orang tersayang.

Okupasi terapi juga menangani kasus pediatri (anak-anak) dan geriatri (lansia) atau bisa juga orang pada umumnya yang mengalami gangguan pada fungsi gerak dan mental. Dalam pekerjaannya di pediatri, peran okupasi itu berbeda loh, tempatnya banyak mainan kayak play group, kalau dilihat seperti bermain dengan anak kecil. Namun tujuannya adalah menerapi si anak dengan gerakan-gerakan tubuh yang digerakkan oleh karena permainan tersebut.

Terus apa lagi ya..

Oh iya, bagaimana dengan tempat bekerjanya?

Jadi seorang okupasi terapis nanti setelah lulus dapat bekerja di rumah sakit di seluruh Indonesia, baik negeri ataupun swasta, bisa juga bekerja di klinik-klinik tumbuh kembang anak, atau bisa juga di instansi pemerintahan, forensik, dll.

(sumber: www.compasina.com/indrianicitralestari/profesi-belum-lama-di-indonesia-sedikit-pengenalan-okupasi-terapi_552b01f0f11761d623c5)

Nggak usah takut nggak dapet tempat kerja ya, pasti dapet. Penyerapan tenaga kerja hingga 100% karena di Indonesia sendiri lulusan profesi okupasi terapis masih banyak dibutuhkan, dan ternyata belum merata di Indonesia.

Apalagi perguruan tinggi yang menyediakan jurusan ini masih sangat jarang loh.. Di Indonesia hanya ada perguruan tinggi yang membuka jurusan okupasi terapi yaitu di Poltekkes Kemenkes Surakarta (membuka prodi D4 dan D3) dan Universitas Indonesia (membuka prodi D3). Masih langka banget kan?

Terus, apa sih bedanya okupasi terapi dengan fisioterapi?

Ini nih pertanyaan yang sering muncul..

Jadi gini, kalau fisioterapi itu bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengembangkan, mmelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi  tubuh dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan fisik, elekteroterapeutis, dan mekanis.

Sementara okupasi terapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengembalikan kemampuan fungsional (memandirikan) yang mengalami ganguan fisik atau mental yang bersifat sementara atau menetap. (Sumber: www.slideshare.net/mobile/andapermata/peran-fisio-okupasi)

Contoh Kasus

Ada seorang yang sedang jatuh cinta ingin mengirimkan bunga kepada sang pujaan hati. Di tengah jalan ban sepeda motornya melindas kayu dan akhirnya jatuh ke selokan. Lalu ia dibawa ke RS dan divonis patah tulang di kaki. Setelah dioperasi, si pria tadi disuruh sang dokter untuk menjalani proses terapi untuk memercepat penyembuhan dan pemulihan tulang, dirujuk ke fisioterapi dan di terapi menggunakan alat-alat.

Kemudian selama terapi berlangsung, kan nggak mungkin tu langsung abrakadarak sembuh total, pasti kan butuh waktu juga. Nah, selama waktu itu lah peran okupasi terapi untuk bekerja memikirkan bagaimana caranya untuk memaksimalkan aktivitas-aktivitas sang pasien yang terganggu dan menenangkan mental pasien yang mungkin trauma atau down. Aktivitas yang terganggu antara lain mandi, duduk, tidur, dan berjalan. Nah, di sini okupasi lah yang bekerja.

Sebenarnya masih banyak lagi kasus yang bisa ditangani oleh okupasi terapi. Jadi seorang okupasi terapis itu lebih dekat dengan pasien karena membantu dalam kegiatan sehari-harinya, otomatis akan lebih banyak berkomunikasi dengan pasien.

Oh iya, ini buat info tambahan aja ya..

Di Indonesia ada sebuah perkumpulan ikatan mahasiswa okupasi terapi Indonesia atau disingkat (IMOTI). Selanjutnya kalau sudah bekerja, ada yang namanya IOTI atau Ikatan Okupasi Terapi Indonesia. Organisasi ini menghimpun para tenaga okupasi terapi.

Wahh serunya.. Bisa bertemu mengadakan suatu acara, saling bertukar pikiran, berdiskusi, membahas sesuatu dan mencari solusi, dan tentunya menambah wawasan yaa kan, syukur lagi kalau ketemu jodoh *eh..

Oh iya, kalau mungkin teman-teman masih kepo, teman-teman bisa browsing sendiri di internet ya. Oke sekian dulu ya, sukses selalu buat kalian…

Terimakasih telah membaca, akhir kata dari saya “untuk yang tersayang jangan coba-coba”. Good luck to all of us!

Teman-teman juga bisa menghubungi CP di bawah ini:

085878679521 (Mahfud)

 

2 thoughts on “Okupasi Terapi, Tugas Mulia Berbumbu Sabar (Tentang Jurusan Okupasi Terapi)

  1. Terima kasih atas informasinya,artikelnya bermamfaat sekali,jadi fisioterapi dan okupasi berdampingan cara kerjanya??
    Apakah okupasi juga bisa membantu orang yg mengalami gangguan jiwa??

    1. Terimakasih atas pertanyaan nya. Okupasi terapi berdampingan dengan fisioterapi untuk penanganan terapi fisik. Untuk terapi mental okupasi terapi bisa berdampingan dengan dokter spesialis kejiwaan dll. Untuk penanganan kejiwaan, termasuk keunggulan okupasi terapi.semoga informasinya membantu :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *